Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi
Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi
Jalaluddin Rumi (1207-1273)
adalah salah seorang pujangga terbesar dari Persia. Rumi adalah seorang
penyair sufi yang terkenal dengan syair – syairnya yang bertemakan
tentang cinta. Syair dan puisi dari Rumi memiliki keunikan tersendiri
dibandingkan dengan penyair lainnya, dimana fokus syair yang ditulisnya
adalah keterkaitan antara cinta dengan ketuhanan.
Kendati telah berusia hampir ribuan
tahun namun puisi dan syair rumi tak lekang dimakan waktu. Karya dan
tulisan Rumi sendiri konon disebut merupakan revolusi terhadap ilmu
Kalam yang mengandung konotasi pengkritikan terhadap filsafat-filsafat
yang melampai batas serta mengkultuskan rasio.
Banyak yang membandingkan syair dan puisi cinta dari Jalaluddin Rumi dengan Kahlil Gibran.
Keduanya merupakan pujangga cinta, perbedaannya adalah karya-karya dari
Rumi banyak memasukkan unsur religi dan ketuhanan sementara Gibran
lebih menggunakan perumpamaan terhadap fenomena alam dan sekitarnya.
Situs Kata-kata Mutiara akan menuliskan Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi secara terpisah kedalam beberapa bagian. Selamat mengikuti!

Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi
“Cinta adalah isi, dunia sekedar kulit. Lebih jauh lagi, cinta seperti manisan, dan dunia adalah pancinya”
“Marah dan nafsu membuat orang
menyimpang, menyesatkan jiwa dan kebenaran. Apabila yang tampil
kepentingan diri, kebajikan tersembunyi: seratus tabir terbentang antara
mata dan hati”
“Kelimpahan adalah mencari para pengemis
dan si miskin laksana keayuan mencari kaca cermin kedermawanan Tuhan,
dan mereka yang bersama Tuhan disatukan dengan kedermawanan Mutlak”
“Setiap nabi dan setiap orang saleh punya cara sendiri, tapi semua menuju kepada Tuhan. Semua cara sebenarnya satu”
“Mulut yang lapar membalut mata terhadap dunia lain: tutuplah mulut itu dan lihatlah dengan jelas”
“Dengan apa pun kau hendak menyatukan
diri, laksanakanlah, leburkanlah dirimu ke dalam kekasih, cernalah
bentuk dan sifat – sifatnya. Kalau kau mengharapkan cahaya, siapkan
dirimu untuk menerimanya; kalau kau mengharapkan dari Tuhan, peliharalah
egoismu dan mundurlah kau. Kalau kau mengharapkan dapatkan jalan ke
luar dari penjara yang hancur ini, janganlah palingkan kepalamu dari
Kekasih, tapi sujudlah dalam ibadah dan dekatkan diri”
“Perhatikanlah dirimu, gemetar,
ketakutan, pada kehampaan, ketahuilah bahwa kehampaan adalah juga
ketakutan bahwa Tuhan mungkin mewujudkannya. Kalau kau meraih martabat
duniawi itu juga dari rasa takut. Sesungguhnya, kecuali cinta Yang Maha
Indah, adalah sungguh siksaan. Itulah siksa yang bergerak menuju maut
dan tidak minum air kehidupan”
“Kemarahan adalah raja di atas semua raja, tapi kemarahan sekali dikekang dapat membantu”
“Malam menunda semua kegiatan siang
kelemahan membangkitkan kembali pikiran. Kemudian siang menunda malam,
dan kelemahan menghilang dalam cahaya. Kendati kita tidur dan istirahat
dalam kegelapan mengandung air kehidupan? Maka segarkanlah diri dalam
kegelapan. Bukankah sesaat berdiam diri menyimpan keindahan dalam suara?
Lawan terlihat jelas melalui lawan dalam biji hati yang hitam. Tuhan
menciptakan cahaya cinta yang abadi”
“JIka cermin hatimu menjadi terang dan
jernih, akan tampak padamu bayangan di balik dunia ini. Kau akan melihat
bayangan dan pembuat bayangan itu. Keduanya adalah hamparan permadani
rohani yang luas, dan Yang Satu itu yang membentangkannya”
“Yang Indah menarik yang indah. Ketahuilah ini untuk memastikan. Bacalah nas ini, Perempuan yang baik untuk laki – laki yang baik (Al Baqarah: 221). Di dunia ini segalanya menarik. Mereka yang di dalam Cahaya akan menarik yang di dalam Cahaya”
“Doa dan zikir dulu telah diberikan
kepadamu, tapi doa itu membuat hatimu pongah. Kau mengira dirimu begitu
dekat kepada Allah, tapi dengan cara itu banyak orang jatuh terpisah
dari Allah”
“Kalau aku membuat orang menangis,
karunia-Ku segera datang; dengan air mata orang akan meneguk Karunia-Ku.
Kalau Aku tak ingin memberi, Aku tidak akan menunjukkannya karunia yang
dia harapkan; tapi bila Kuikat hatinya dengan kesedihan; Aku akan
membukanya dengan senang hati. Rahmat-Ku tergantung pada kesungguhannya
dia menangis kalau dia menangis, gelombang akan melimpah dari laut kasih
sayang-Ku”
“Dia ada pada orang yang wajahnya mendapat senyuman manis Sang Kekasih, apa yang merugikannya dari pandangan kecut orang lain?”
“Penyebab kepicikan adalah keanekaragaman:
- semua indra diarahkan ke segenap jurusan. Ketahuilah bahwa alam tauhid terletak di balik indera.
- kalau kalian mendambakan persatuan, berbarislah ke arah itu”
- semua indra diarahkan ke segenap jurusan. Ketahuilah bahwa alam tauhid terletak di balik indera.
- kalau kalian mendambakan persatuan, berbarislah ke arah itu”
“Banyak orang tak beriman yang ingin
mendekat dan mencintai Tuhan, tapi yang membuat mereka tersandung adalah
kemasyuran, keangkuhan dan nafsu yang tak berkesudahan”
“Cahaya matahari menera dinding, dinding
pun menerima pinjaman sinar kemegahan. Mengapa kau letakkan hatimu di
atas sebidang tanah. Oh, makhluk lugu, Carilah sumber yang bersinar
abadi”
“Sedikit demi sedikit Allah
menghilangkan keindahan manusia; sedikit demi sedikit pohon – pohon muda
menjadi layu. Pergilah, bacalah: Barang siapa kami beri umur panjang, Kami juga membuat mereka menyusut. Carilah kehidupan rohani; Jangan tempatkan hatimu di atas tulang – tulang”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar